Sabtu, 23 Oktober 2010

RINTIHAN HATI *+

wahai..pemilih nyawaku
betapa lemah diriku ini
berat ujian dariMu
kupasrahkan semua padamu

Tuhan...baru ku sedar
indah nikmat sehat itu
tak pandai aku bersyukur
kini kuharapkan cintaMu

kata-kata cinta terucap indah
mengalun berzikir di kidung doaku
sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
butir-butir cinta air mataku
teringat semua yang kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi...
Muhasabah cintaku...

Tuhan...kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
pertemukan aku denganMu

Ya Allah bawalah ke jalanMu
dan lingungi aku dari bputus asa..
Ya Allah..ku serah segalanya padaMu
pegangilah hati ini.. 
“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”
“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”
“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”
“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”
“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”
“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”
“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”
“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”
“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”
“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”
“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”
“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”
“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”
“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”

for a little while. Try playing different roles. Experiment with someone who plays roles that you are not accustomed to. Notice how that feels.

The goal is to become aware of the difference between who you are and the roles you play. Eventually you'll be able to let the roles go and simply be who you are -- which is a Zen-like state of being. Who you are is always lovable and beautiful. It's the roles that get in the way.


Let partners come and go

One major obstacle in living a life of love is the tendency to hold on. We grasp and cling to each other, preventing the freedom of love from rising on its own. Zen asks us to let go.

When someone comes into your life, let him come. Welcome the person, whoever he is. Enjoy what it is he brings, even if it's only for a short time.

When it is time for a person to go away, let him go. Do not turn the person's leaving into an experience of rejection, loss or abandonment. Realize that his leaving has nothing to do with you. It is simply time for him to go.

Do this with yourself as well. Let yourself come and go freely in life, and don't get caught in unnecessary chains. The more you free yourself and others, the more easily you fall in love.


Put your baggage down

Many feel that love is not possible unless all their demands are met. However, these same people are repeatedly amazed when they find that these demands don't lead to happiness. Instead, the demands are just obstacles to falling in love.

What are your "must haves" for relationships? If you're not sure, write out the list and take a good look at it. Realize that this is baggage that may be keeping all kinds of people and possibilities away. This baggage may also make you fearful, rigid and closed off to what is available for you right now. Zen asks us to break free of old demands.

Try letting one of these demands subside for just one day. Notice how you feel without it. (Remember, you can always take it back again.) Then try it another day. As you do this many times, you may find that things you thought were crucial for your life were really getting in the way. The more you do this, the more light and happy you will feel. Plus, this openness allows all kinds of new people, possibilities and situations to start coming your way. You will have made room for them by putting your baggage down.

Give gifts

Giving and receiving are at the core of every relationship. When we are in love, this is never a problem. We naturally give and are happy with whatever is offered in return. If you want to open up to falling in love, adopt this state of mind and start giving naturally.

What gifts do you give others in relationships? What do you hope to receive in return? Now take a moment to consider what else you can give someone. Then give it. Do this every day. Each day, give something else. It does not have to be fancy or expensive -- or even a material object -- just something that will add to his or her day. Then do this with all kinds of different people. Zen is about doing this kind of thing quietly without great fanfare and without expecting something in return.

Do this with yourself as well. Take a moment to find out what kind of gift you would like. Simple examples are taking a walk in the park, buying a new lipstick or spending time with someone you care for. Now give yourself a gift each day.

Although this exercise is simple, it is extremely powerful. Doing this daily can turn everything around in your relationships. When you give, remember not to look for anything in return (not even a smile or thank you). Just give to give, with no expectations, no demands. By living with this open, generous mind, all kinds of other gifts come to you naturally.


Make friends with yourself

Many people say they are lonely, even when they have a partner at their side. This is simply because they have not yet made friends with themselves. According to Zen, once you come to terms with yourself and appreciate who you are on a personal level, it is impossible to be lonely anymore.

Make friends with yourself. Spend time noticing who you are. Accept all parts of yourself. Stop judging and rejecting what is going on inside. Be still and look within.

Start with this exercise. Pay attention to your breath and just notice what is going on. Let it be. Accept it, and return to the breathing. Understand that, breath by breath, underneath the clamor, you are perfect just as you are. Can you choose to be this natural self in relationships? Can you choose to have relationships with those who want and appreciate just what you are? Making positive changes in your life -- and your relationships -- can start with something as simple as taking off your shoes.

Puisi untuk sahabat

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

 
10 Cara Diet Sehat & Sederhana

  1. Pertama-tama kenali tubuh sendiri.
    Berhentilah membandingkan dengan tubuh teman-teman Anda. Saat Anda mengenal cara kerja tubuh sendiri, maka akan lebih mudah untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya.
  2. Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup
    Seperti kata pepatah ," Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
  3. Lebih banyak konsumsi buah dan sayur
    Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.
  4. Jangan lupakan Sarapan pagi
    Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari.


  5. Perbanyak Minum air putih.
    Cukupi kebutuhan air putih anda minimal 2 liter perhari
  6. Berolahragalah.
    Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.Ber-aerobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti.
  7. Bebas Gula
    Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang.
  8. Jangan melakukan tindakan ekstrim.
    Tindakan ekstrim maksudnya seperti sama sekali tak makan demi kurus dalam waktu cepat. Yang terbaik adalah makan dalam porsi sedikit, yang mencakup tiga nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dua camilan tiap hari untuk metabolisme yang lebih efisien.
  9. Gosok gigi segera
    Setelah makan malam segera gososk gigi untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis.
  10. Jangan sekali kali kompensasikan perasaan ke makanan.
    Kebiasaan yang sangat tidak baik bila kita makan berlebih disaat-saat perasaan kita sedang buruk ataupun terlalu gembira.Pada umumnya orang yg terlalu terbawa emosi sesaat agak susah mengontrol pola makannya.






berkali-kali ku disakiti
berat rasanya
berat rasanya

berkali-kali ku dikhianati
sedih rasanya
sedih rasanya

sulit ku percaya akan adanya satu cinta
satu tuk setia, satu tuk selamanya
satu, satu

percaya lah padaku


Jumat, 22 Oktober 2010

aku terlalu mencintaimu,karna kita terpisah waktu sehingga kau tak tau bahwa sebenarnya ak sayang kamu

Kamis, 21 Oktober 2010

sayang kamu

walau lo ga tau kalo sebenernya gue suka N sayang sm lo gapapa,yang penting gue udah nunjukin gimana rasa sayang gue ke o,walau lo ga ngebalesnya ke gue.
dan gue kesel bangte kalo lo jalan sm cewe,atau lo kenalan sm cewe,kayaknya hati gue itu dicabik-cabik pakee parang smpe terbelah belah
haahahha
lebay bangte deh

kekasih sejati

aku yang memikirkan
namun aku tak banyak berharap
kau membuat waktuku
trsita dengan angan tntangmu

mencoba lupakan
tapiku tak bisa
mengapa begini

mungkinkah aku bermimpi menginginkan dirimu
untuk ada disisi menemaniku
mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku

kucoba lupakan
tapiku tak bisa
mengapa begini ?